<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9152145915111980638</id><updated>2011-08-04T08:24:15.248-07:00</updated><category term='ASTRONOMI'/><category term='MATEMATIKA'/><category term='ARKEOLOGI'/><category term='SASTRA'/><title type='text'>MATEMATIKA, SASTRA, ASTRONOMI, DAN ARKEOLOGI</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://heripurs.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9152145915111980638/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heripurs.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Blog Matematika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15259103704033097023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9152145915111980638.post-4705836799144929707</id><published>2010-03-28T21:47:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T21:53:19.032-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASTRONOMI'/><title type='text'>PLANET MARS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CbSn29Ye9FU/S7Ax-hgR5EI/AAAAAAAAAAo/HiSHwfiOHNA/s1600/aaaaaaa.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 225px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CbSn29Ye9FU/S7Ax-hgR5EI/AAAAAAAAAAo/HiSHwfiOHNA/s320/aaaaaaa.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453914098961081410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Adakah kehidupan di planet ini?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9152145915111980638-4705836799144929707?l=heripurs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heripurs.blogspot.com/feeds/4705836799144929707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://heripurs.blogspot.com/2010/03/planet-mars.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9152145915111980638/posts/default/4705836799144929707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9152145915111980638/posts/default/4705836799144929707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heripurs.blogspot.com/2010/03/planet-mars.html' title='PLANET MARS'/><author><name>Blog Matematika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15259103704033097023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CbSn29Ye9FU/S7Ax-hgR5EI/AAAAAAAAAAo/HiSHwfiOHNA/s72-c/aaaaaaa.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9152145915111980638.post-9006814440925868034</id><published>2009-12-09T22:52:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T22:56:38.089-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTRA'/><title type='text'>MESKI SEKALI SAJA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: webdings;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Meski Sekali Saja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;staring:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;Aisiya Muthia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;Ian Ilyasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;Shareefa Farizi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah pria yang paling bahagia di dunia ini. Aku mendapatkan wanita yang paling sempurna. Dia bagaikan mutiara yang cahayanya berpendar menyilaukan mata. Parasnya yang selembut salju terlalu lembut untuk aku lepaskan. Wanita itu bernama Shareefa. Dia resmi aku persunting sebagai istriku untuk selamanya. Pagi ini, setelah malam yang begitu panjang, aku melihat senyum merekah di bibirnya yang lembut.&lt;br /&gt;“ Shareefa sayang, bukalah pelupuk matamu.”&lt;br /&gt;Aku melihat matanya yang sebening kristal perlahan mulai terbuka.&lt;br /&gt;“ Aku mencintaimu.”&lt;br /&gt;“ Aku juga mencintaimu.” Kemudian aku memeluknya erat-erat. Setelah itu kami bangkit mengingat kewajiban kami sebagai seorang muslim.&lt;br /&gt;Matahari mulai menampakkan wajahnya. Sinarnya memasuki celah-celah kecil di kamar ini. Kami sudah siap untuk melanjutkan acara bulan madu. Kami merencanakan akan mengunjungi semua obyek wisata di kota Yogyakarta ini. Menurut Shareefa, Obyek-obyek wisata itu mempunyai nilai seni yang tinggi. Hotel Saphire tempat kami menginap memang menawarkan suasana bulan madu yang menawan.&lt;br /&gt;“ Shareefa, mengapa kita harus ke Candi Prambanan? Padahal menurut legenda, di sana terdapat kutukan cinta.”&lt;br /&gt;“ Ian, kutukan cinta itu hanya bagi orang-orang yang tidak serius menjalin cinta, bukan bagi orang-orang yang telah menemukan cinta sejatinya. Aku yakin kita pasti bisa mematahkan kutukan itu. Percayalah.”&lt;br /&gt;“ Aku yakin, pria-pria di luar sana pasti sangat iri kepadaku. Aku mencintaimu Shareefa.”&lt;br /&gt;“ Aku juga Ian, aku juga sangat mencintaimu.”&lt;br /&gt;Aku dan Shareefa bersiap melanjutkan acara bulan madu kami. Sampai kemudian kami mendengar telepon genggamku berdering. Aku enggan mengangkatnya andai saja Shareefa tidak memaksaku. Di layar telepon genggamku terpampang jelas nomor telepon Bude Ayu. Kemudian aku mengangkat panggilan telopon ini.&lt;br /&gt;“ Assalamu ‘alaikum.”&lt;br /&gt;“ Wa’alaikum salam, Ada apa Bude?”&lt;br /&gt;“ Ian, maaf mengganggu acara bulan madunya. Tapi Bude mohon Ian, kembalilah ke Jakarta. Ada hal yang terjadi dan ini sangat penting.”&lt;br /&gt;“ Maksud Bude, apa yang tengah terjadi?”&lt;br /&gt;“Bude tidak bisa mengatakannya di telepon, tapi segeralah pulang.”&lt;br /&gt;“Baik Bude, kami akan segera pulang.”&lt;br /&gt;“ Terima kasih anakku. Wassalamu ‘alaikum.”&lt;br /&gt;“ Wa’alaikum salam.”&lt;br /&gt;Belum sempat aku memetikan telepon, suara Shareefa tiba-tiba mengagetkan aku.&lt;br /&gt;“ Apa yang terjadi Ian?”&lt;br /&gt;“ Aku tidak mengetahuinya, hanya saja Bude Ayu terdengar sedih dan gelisah. Bude menyuruh kita segera pulang. Bagaimana menurutmu?”&lt;br /&gt;“ Kita langsung pulang saja sekarang. Mungkin ada masalah besar yang terjadi.”&lt;br /&gt;“ Maaf karena harus menunda bulan madu kita.”&lt;br /&gt;“ Kita akan bersama selamanya. Jangan kau pikirkan bulan madu ini. Kita bisa melakukannya kapanpun.”&lt;br /&gt;“ Terima kasih, istriku.”&lt;br /&gt;“ Untuk apa suamiku?”&lt;br /&gt;“ Untuk cinta yang telah kau berikan.”&lt;br /&gt;“ Aku bahagia suamiku, aku milikmu.”&lt;br /&gt;“ Aku juga milikmu.”&lt;br /&gt;Kemudian kami membereskan barang-barang kami. Aku memesan dua tiket pesawat untuk penerbangan jam sepuluh pagi ini. Setelah itu kami meninggalkan hotel menuju ke bandara.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ini, hatiku gelisah. Aku memikirkan masalah apa yang telah terjadi di Jakarta. Masalah yang mengharuskan aku dan Shareefa untuk pulang. Walaupun begitu, Shareefa meyakinkan aku untuk tetap tegar menghadapi masalah sebesar apapun yang ada di hadapan kami.&lt;br /&gt;Hanya satu jam perjalanan udara, kami telah sampai di Jakarta. Ketegangan mulai memuncak di dalam ulu hatiku. Segera saja aku menyetop taksi menuju rumah Bude Ayu. Sebagai seorang yatim piatu, aku memang sangat beruntung. Aku memiliki Bude Ayu dan keluarganya yang menyayangiku. Aku sudah mereka asuh sejak berusia lima tahun. Empat tahun yang lalu, aku memutuskan untuk hidup sendiri. Meskipun berat, mereka akhirnya menerima keputusanku.&lt;br /&gt;  Sesampainya di sana, kami tidak menemukan siapapun. Menurut Mba Asih, Bude Ayu dan keluarga pergi ke pemakamam umum di daerah Kebayoran Baru. Mendengar kata ‘pemakaman’ hatiku semakin gelisah. Bude Ayu juga menitipkan alamat lengkapnya kepada Mba Asih. Sebelum kami pergi, kami menitipkan barang-barang yang kami bawa dari Yogyakarta.&lt;br /&gt;Mendengar Kebayoran Baru, aku teringat tentang Aisiya sahabatku dan keluarganya. Dia memang sahabat terbaikku. Dia yang mengenalkan aku dengan Shareefa saat Hari Raya Idul Fitri dua tahun lalu. Dia teman di saat aku sedih maupun senang. Ketika berselisih dengan Shareefa, aku selalu mencurahkan semua kepadanya.&lt;br /&gt;“ Ian, jangan pernah kamu berpikir buruk tentang orang-orang yang kamu sayangi. Aku yakin mereka baik-baik saja.”&lt;br /&gt;“ Tapi shareefa, aku merasa takut, aku belum siap kehilangan orang-orang yang aku sayangi.”&lt;br /&gt;“ Kita tidak akan kehilangan orang-orang yang kita sayangi, kamu harus yakin.”&lt;br /&gt;“ Aku mau memercayaimu, tetapi aku masih terlalu takut.”&lt;br /&gt;“ Aku mengerti, tenanglah suamiku. Walaupun kita kehilangan orang yang kita sayangi, itu sudah takdir Allah. Kita hanya manusia biasa suamiku.”&lt;br /&gt;“ Aku mengerti Shareefa, aku memang  tidak seharusnya takut.”&lt;br /&gt;Pintu masuk pemakaman umum itu telah di depan mata. Aku dan Shareefa segera turun dari taksi ini. Kami memasuki areal pemakaman dengan perasaan gelisah. Aku terus memikirkan siapa yang telah meninggalkan dunia ini selamanya, apakah dia salah satu orang terdekatku? Aku belum bisa menjawab pertanyaanku sendiri.&lt;br /&gt;Sekilas aku tatap raut wajah Shreefa yang menampakkan kegelisahan, keragu-raguan, semuanya menjadi satu. Tetapi dia terus menenangkan aku agar tetap tenang dan menerima apapun yang akan kami hadapi.&lt;br /&gt;Kami semakin mendekati tempat orang-orang berkerumun. Mereka telah menguburkan seseorang yang belum aku ketahui. Ketika semakin dekat dengan pemakaman itu, Bude Ayu menghampiri aku dan Shareefa.&lt;br /&gt;“ Bude, siapa yang telah dimakamkan itu?”&lt;br /&gt;“ Ian, tenanglah. Kita harus ingat, hidup dan mati seseorang hanya Allah yang mengetahui. Manusia harus selalu siap kapanpun ajal akan menjemputnya.”&lt;br /&gt;Aku semakin gelisah dengan perasaanku.&lt;br /&gt;“ Lalu, siapakah yang telah menemui ajalnya itu Bude?”&lt;br /&gt;“ Sabar anakku, Aisiya telah dipanggil Yang Maha Kuasa.”&lt;br /&gt;Aku tidak percaya dengan apa yang diucapkan Bude Ayu. Aku segera saja menghampiri makam baru yang dikerumuni banyak orang itu. Aku melihat jelas nama yang dituliskan di batu nisan ‘AISIYA MUTHIA BIN ABDUL IKHSAN’. Aku tidak dapat mengucapkan apa-apa lagi, kecuali,” Innalilahi wa innaillaihi ra’jiun.”&lt;br /&gt;Hatiku merasakan kesedihan yang teramat dalam. Tidak pernah aku kira ajal akan menjemput Aisiya begitu cepat. Sahabat terbaikku Aisiya, telah dipanggil Allah. Aku seperti tidak memercayai kenyataan ini. Aku ingin menangis, tetepi mataku menahannya.&lt;br /&gt;Entah sudah berapa lama Shareefa berdiri di sampingku. Dia menarikku sedikit menjauhi nisan Aisiya.&lt;br /&gt;“ Ian, suamiku. Aku mengetahui bagaimana sedihnya engkau. Aku pun merasakan hal yang sama denganmu. Aisiya juga sahabatku, dia yang mempertemukan kita.”&lt;br /&gt;“ Shareefa, ini terlalu mustahil untuk dipercaya. Mengapa ia bisa meninggal?”&lt;br /&gt;“ Kamu harus mengikhlaskan dia, Ian. Bude Ayu tekah menceritakan semua yang terjadi pada Aisiya. Aisiya bunuh diri.”&lt;br /&gt;“ Bunuh diri? Bagaimana bisa? Padahal ia adalah seorang wanita yang solehah.”&lt;br /&gt;“  Dia memang bunuh diri, dia meminum obat nyamuk cair di kamarnya. Polisi telah mengautopsi jenazahnya.”&lt;br /&gt;“ Tapi mengapa ia sampai bunuh diri?”&lt;br /&gt;“ Tenanglah Ian, kita harus mengikhlaskan dia. Sebelum Bude pulang, dia menitipkan surat ini kepadaku. Ini adalah surat terakhir yang Aisiya tulis. Bude mendapatkan surat ini dari Bu Amri, ibunya Aisiya. Sayang beliau tidak dapat menyaksikan pemakaman putri tunggalnya. Peristiwa ini terlalu menyayat perasaannya.&lt;br /&gt;“Surat ini untukmu Ian. Surat yang ia tulis sebelum mengakhiri hidupnya. Bacalah Ian, aku telah membacanya, kau akan menemukan jawaban mengapa ia bunuh diri.”&lt;br /&gt;Kemudian, aku membuka surat itu dan aku mulai membacanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Untuk Ian Ilyasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Yang paling aku cintai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;‘Bukan’ lagi, aku tak berharap begitu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Karena ‘tidak’, terlalu kejam untuk diucapkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Ada kesunyian yang memuncak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Batinku kering, kurus, dan rapuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Jiwaku mulai redup, terpasung dalam kegelapan ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Aku tidak bisa jujur untuk itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Kepahitan akan rasa nira yang mengucur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Meski racun ini ternyata lebih manis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Ah… cukup, aku letih, aku jatuh, aku terpuruk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Aku tak bisa mengungkapkan lagi setelah ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Meski sekali saja….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt; Itulah suasana batin dan jiwaku yang terluka Ian. Kesedihanku yang tidak engkau balaskan rasa cinta ini. Mengapa Ian? Mengapa engkau bukan untukku? Dan sekarang engkau tidak akan pernah menjadi milikku. Aku teramat mencintaimu. Perasaan yang terus menjalar ke seluruh sela-sela denyut nadiku. Aku putus asa, aku mulai kehilangan jati diriku. Terlebih saat ini, malam ini, engkau sedang menikmati indahnya cinta dengan Shareefa. Mengapa engkau memilih dia Ian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt; Ian, ketika kau membaca jeritan hatiku ini, aku pasti telah meninggalkanmu selamanya. Maafka aku Ian, Aku sudah benar-benar  putus asa. Aku mengetahui bunuh diri sangat dilaknat oleh Allah. Aku akan berada di neraka selamanya. Siapapun pasti tidak akan mau berada di neraka selamanya. Tetapi mungkin aku sudah benar-benar gila. Kegilaan ini menyebabkan setiap ayat-ayatNya yang telah aku baca tidak mengena ke dalam jiwaku. Memang iblis-iblis itu telah membutakan aku. Kegilaan itu pula yang menyebabkan aku ingin di neraka selamanya. Karena aku tidak ingin bertemu denganmu lagi Ian. Aku tidak mau iri jika melihat kebahagiaanmu dengan Shareefa di surga Illahi. Cintaku kepadamu telah mematikan akal sehatku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt; Ian, aku menyesal, aku sangat menyesal tidak pernah mengungkapkan perasaanku kepadamu sebelumnya. Aku telah mendapatkan kepahitan hidup dari jalan persahabatan yang aku pilih bersamamu. Sehingga aku harus memilih manisnya racun untuk menghindari kepahitan itu lagi. Untuk terakhir kalinya, Ian, aku mencintaimu. Aku ingin sekali mendengar desah suaramu, meski dari neraka yang panas sekalipun. Ucapkanlah, “ Aisiya, aku mencintaimu.” Hanya itu permintaan terakhirku, meski sekali saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Aisiya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Yang hidup dan mati hanya mencintaimu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membaca surat Aisiya, aku seperti membaca sebuah kutukan. Karena akulah penyebab kematiannya. Aku menangis.&lt;br /&gt;“ Ian suamiku, kabulkanlah permintaan terakhirnya. Itulah yang selama ini ia harapkan.”&lt;br /&gt;Aku melihat ketegaran di dalam diri Shareefa. Dia telah mengikhlaskan aku untuk mengucapkan sesuatu yang akan menyakiti hatinya. Tangisku mulai reda, aku mulai dapat mengikhlaskan kepergian Aisiya. Saat ini pula aku baru menyadari, hanya ada sepasang mata  lain yang ada di pemakaman ini, sepasang mata milik Shareefa.&lt;br /&gt;“ Shareefa, kau adalah istriku, aku hanya mencintaimu. Aku tidak akan menuruti permintaan terakhirnya itu. Dia bukan Aisiya yang ku kenal dulu, dia telah dirasuki iblis. Engkaulah wanita yang paling sempurna dari Allah untukku. Aku hanya menintaimu Shareefa, selamanya.”&lt;br /&gt;Aku menyobek surat dari Aisiya. Aku taburkan sobekan-sobekan itu di atas nisan Aisiya. Kami beranjak dari makam yang penuh keheningan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YOGYAKARTA, 10 DESEMBER 2009&lt;br /&gt;HERI PURWADI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9152145915111980638-9006814440925868034?l=heripurs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heripurs.blogspot.com/feeds/9006814440925868034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://heripurs.blogspot.com/2009/12/meski-sekali-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9152145915111980638/posts/default/9006814440925868034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9152145915111980638/posts/default/9006814440925868034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heripurs.blogspot.com/2009/12/meski-sekali-saja.html' title='MESKI SEKALI SAJA'/><author><name>Blog Matematika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15259103704033097023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9152145915111980638.post-7065020392257612799</id><published>2009-12-02T19:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T19:34:49.594-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARKEOLOGI'/><title type='text'>SAGALASSOS</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;SAGALASSOS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CbSn29Ye9FU/SxcxSN2LqWI/AAAAAAAAAAM/hOrYDyC-Zjo/s1600-h/SAGAL.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 237px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CbSn29Ye9FU/SxcxSN2LqWI/AAAAAAAAAAM/hOrYDyC-Zjo/s320/SAGAL.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410847666333264226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1706, &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Paul Lucas&lt;/span&gt;, perjalanan di barat daya Turki pada sebuah misi untuk &lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Raja Louis XIV&lt;/span&gt;. Ia mendatangi reruntuhan gunung Sagalassos. Ia adalah orang Barat yang pertama melihat situs ini, Lucas menuliskan bahwa ia telah melihat sisa-sisa dari kota - kota kuno yang dihuni oleh peri. Kemudian, pada pertengahan abad kesembilan belas, &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;William Hamilton&lt;/span&gt; mengungkapkan bahwa  reruntuhan-reruntuhan itu merupakan situs kota kuno terbaik yang pernah dilihatnya. Menjelang akhir abad itu, Sagalassos dan teater menjadi terkenal di kalangan siswa klasik kuno. Namun penggalian skala besar di sepanjang pantai barat pada situs-situs seperti &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Ephesos &lt;/span&gt;dan &lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;Pergamon&lt;/span&gt; yang banyak menarik perhatian,menjadikan situs kota kuno Sagalassos terlupakan. Sampai ada tim dari Belgia dan Inggris yang dipimpin oleh &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Stephen Mitchell &lt;/span&gt;mulai mengamati situs itu kembali pada tahun 1985.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1990, Sagalassos telah menjadi situs yang digali dengan skala besar,  penggalian itu berasal dari &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Universitas Katolik Leuven&lt;/span&gt;, penggalian itu dipimpin oleh &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Marc Waelkens&lt;/span&gt;. Hingga saat ini,&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CbSn29Ye9FU/SxcxpMBVr1I/AAAAAAAAAAU/yHWjxjTdDag/s1600-h/sagalassos_1241899275.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CbSn29Ye9FU/SxcxpMBVr1I/AAAAAAAAAAU/yHWjxjTdDag/s320/sagalassos_1241899275.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410848060980178770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; pusat kota monumental itu telah dibuka karena penggaliannya  telah selesai,dari empat proyek restorasi besar di sana. Mereka juga telah melakukan survei  pada perkotaan dan geofisika secara intensif. Hal ini untuk penggalian di wilayah domestik dan industri, dan survei intensif dari wilayah yang luas. Sedangkan sejarah pendudukan &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Alexander Agung&lt;/span&gt; pada abad ketujuh  telah menetapkan perubahan pola pemukiman, vegetasi sejarah dan praktek-praktek pertanian, pemandangan pembentukan dan perubahan iklim selama 10.000 tahun terakhir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9152145915111980638-7065020392257612799?l=heripurs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heripurs.blogspot.com/feeds/7065020392257612799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://heripurs.blogspot.com/2009/12/sagalassos-pada-1706-paul-lucas_02.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9152145915111980638/posts/default/7065020392257612799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9152145915111980638/posts/default/7065020392257612799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heripurs.blogspot.com/2009/12/sagalassos-pada-1706-paul-lucas_02.html' title='SAGALASSOS'/><author><name>Blog Matematika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15259103704033097023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CbSn29Ye9FU/SxcxSN2LqWI/AAAAAAAAAAM/hOrYDyC-Zjo/s72-c/SAGAL.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9152145915111980638.post-6395569398898498955</id><published>2009-12-02T18:20:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T19:38:48.858-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MATEMATIKA'/><title type='text'>LOGIKA MATEMATIKA - KUANTIFIKASI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;PERNYATAAN BERKUANTOR DAN NEGASINYA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;A. Kuantifikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalimat Terbuka -------------&gt;Pernyataan&lt;br /&gt;ada 2 cara :&lt;br /&gt;→ Substitusi&lt;br /&gt;→ &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Kuantifikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Misalkan S adalah himpunan semesta (himpunan semua objek&lt;br /&gt;pembicaraan yang sedang dilakukan) dan p suatu sifat tertentu. Jika&lt;br /&gt;x dalam S mempunyai sifat p ditulis p(x) maka p(x) merupakan&lt;br /&gt;kalimat terbuka, sehingga p(x) dapat berubah menjadi pernyataan,&lt;br /&gt;salah satunya dengan kuantifikasi (menggunakan kuantor) :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;i. memberi jumlah seluruh semesta pembicaraan, dengan notasi ∀&lt;br /&gt;∀x p(x), dibaca setiap/semua/sebarang x mempunyai sifat p&lt;br /&gt;ii. memberi jumlah sekurang-kurangnya satu anggota dari&lt;br /&gt;himpunan semesta, dengan notasi ∃.&lt;br /&gt;∃x p(x), dibaca : terdapatlah / ada / ada sekurang-kurangnya&lt;br /&gt;satu / dapat ditemukan / beberapa x mempunyai sifat p&lt;br /&gt;contoh :&lt;br /&gt;misalkan S = himpunan semua bilangan asli dan&lt;br /&gt;p(x) : x – 1 &lt;  &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Negasi (ingkaran) pernyataan berkuantor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan ilustrasi contoh berikut :&lt;br /&gt;�� TIDAK BENAR bahwa semua mahasiswa UIN sudah hafal juz 30&lt;br /&gt;Menurut saudara, di antara pernyataan berikut mana yang ekuivalen&lt;br /&gt;dengan Pernyataan di atas :&lt;br /&gt;A. semua mahasiswa UIN belum hafal juz 30&lt;br /&gt;B. Ada mahasiswa UIN belum hafal juz 30&lt;br /&gt;C. Ada mahasiswa UIN sudah hafal juz 30&lt;br /&gt;�� TIDAK BENAR bahwa Ada mahasiswa UIN yang suka merokok&lt;br /&gt;Menurut saudara, di antara pernyataan berikut mana yang ekuivalen&lt;br /&gt;dengan Perhyataan di atas :&lt;br /&gt;A. Semua mahasiswa UIN tidak suka merokok&lt;br /&gt;B. Ada mahasiswa UIN yang tidak suka merokok&lt;br /&gt;C. Semua mahasiswa UIN suka merokok&lt;br /&gt;D. Tidak ada mahasiswa UIN yang tidak suka merokok&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;1. Tidak benar bahwa ada peserta pelatihan yang mengantuk&lt;br /&gt;⇔ semua peserta pelatihan tidak mengantuk.&lt;br /&gt;2. Tidak benar bahwa semua peserta pelatihan lulus ⇔ ada&lt;br /&gt;peserta pelatihan yang tidak lulus&lt;br /&gt;Ingkaran dari ∀x p(x) ditulis ~ (∀x p(x) )⇔ ∃x ~( p(x)) ,&lt;br /&gt;sedangkan ingkaran dari ∃x p(x) ditulis ~ (∃x p(x) )⇔ ∀x ~ (p(x)) .&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;PERINGATAN :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam Kuantifikasi : p(x) sering berupa pernyataan majemuk&lt;br /&gt;2. Dalam pernyataan majemuk juga sering terdapat kuantifikasi&lt;br /&gt;OLEH : &lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Dra. Khurul Wardati, Dosen Fak. Saintek, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9152145915111980638-6395569398898498955?l=heripurs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://heripurs.blogspot.com/feeds/6395569398898498955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://heripurs.blogspot.com/2009/12/logika-matematika-kuantifikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9152145915111980638/posts/default/6395569398898498955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9152145915111980638/posts/default/6395569398898498955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://heripurs.blogspot.com/2009/12/logika-matematika-kuantifikasi.html' title='LOGIKA MATEMATIKA - KUANTIFIKASI'/><author><name>Blog Matematika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15259103704033097023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
